KIBASNEWS.COM – SENGETI – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyatakan siap mendukung penuh rencana pelebaran jalan dan pembangunan jalur dua dari Exit Tol Pijoan hingga Mendalo Darat batas Kota Jambi.
Komitmen itu disampaikan Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, saat rapat koordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi di Kantor BPJN Bina Marga, Pasir Putih, Kota Jambi, Kamis (7/5/2026).
“Pemkab Muaro Jambi siap all out. Ini proyek strategis. Exit Tol Pijoan–Mendalo adalah urat nadi baru. Kalau jadi jalur dua, kemacetan Mendalo terurai, konektivitas ke Kampus Unja dan Kota Jambi makin lancar,” tegas Bupati Bambang.
Dalam rapat tersebut, BPJN Jambi memaparkan rencana teknis pelebaran jalan nasional tersebut. Pemkab Muaro Jambi diminta mendukung dari sisi percepatan pembebasan lahan dan penataan utilitas.
“Kita akan siapkan tim terpadu. Pembebasan lahan, relokasi tiang listrik, PDAM, semua kita kawal. Target kita pembangunan bisa segera dimulai setelah proses administrasi tuntas,” tambah Bupati.
Langkah cepat Bupati Bambang ini mendapat apresiasi dari DPRD Kabupaten Muaro Jambi. Anggota DPRD sekaligus Ketua Fraksi PAN, Robinson Sirait.SM. menyebut proyek ini sebagai jawaban atas keluhan masyarakat puluhan tahun.
“Saya apresiasi tinggi langkah Bupati Bambang. Rapat langsung ke BPJN itu bukti keseriusan. Jalur Exit Tol Pijoan–Mendalo kalau dilebarkan jadi jalur dua, ini solusi macet akut yang selama ini dikeluhkan mahasiswa, warga, sopir truk,” ujar Robinson Sirait, senin (11/5/2026).
Robinson menegaskan DPRD siap mendukung dari sisi penganggaran daerah. “Untuk pembebasan lahan yang jadi kewenangan daerah, DPRD pasti supportbdi APBD. Asal jelas timeline dan transparan. Jangan sampai proyek pusat terhambat karena kita lambat,” katanya.
Politisi PAN itu juga meminta Pemkab komunikatif ke warga terdampak. “Sosialisasi ganti untung harus humanis. Libatkan kades, tokoh masyarakat. ,” tutup Robinson.
Ruas Exit Tol Pijoan–Mendalo Darat merupakan titik kemacetan parah, terutama jam sibuk mahasiswa Unja dan arus logistik. Pelebaran menjadi jalur dua diproyeksi mengurai kemacetan, menekan angka kecelakaan, sekaligus mendongkrak ekonomi kawasan Mendalo dan sekitarnya.(Ki)

Social Header